Skip to content Skip to footer

Cerita Okto bersama Stimulant Institute untuk Kerja-kerja Pendidikan di Morotai

Menjadi enumerator pada Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah awal ketertarikan Oktofianus Kondihi atau Okto dalam kerja-kerja pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

KREASI di Morotai dikelola oleh Save the Children dengan mitra pelaksana lokal Stimulant Institute.

“Saya belum tahu apa itu enumerator, dan nama KREASI, Stimulant Institute, serta Save the Children pun baru saya dengar saat itu. Namun begitu tahu bahwa tugasnya berkaitan dengan dunia pendidikan, saya melihatnya sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus melihat langsung kondisi sekolah dasar di Morotai,” ujar Okto.

Pada 2025, tahun pertama pelaksanaan KREASI di Morotai, Okto mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam survei bersama konsultan pemantauan hasil program (outcome monitoring) dan mulai mengenal lebih dekat kondisi pendidikan di Morotai.

Selama kuliah, Okto banyak mempelajari teori tentang pembelajaran, tetapi pengalaman praktik di sekolah masih sangat terbatas. Pengalaman bersama KREASI, menyadarkan bahwa bekerja langsung bersama sekolah lebih sesuai dengan minat dia.

“Saya pun menyampaikan kepada tim Stimulant Institute bahwa saya ingin kembali bergabung jika ada kesempatan lain,”

Kesempatan selanjutnya datang ketika saya dipercaya menjadi Tenaga Dukungan Teknis (TDT). TDT merupakan tenaga tambahan yang ditugaskan untuk mengajar di sekolah-sekolah dampingan KREASI Morotai yang kekurangan guru, terutama saat guru-guru di sekolah tersebut mengikuti pelatihan dari KREASI.

Sebagai alumni keguruan Universitas Pasifik Morotai, Okto pernah menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Namun, saat itu terbiasa mengajar seluruh siswa dengan pendekatan yang sama, berfokus pada penyampaian materi sesuai modul ajar.

Sebagai TDT, Okto dibekali dengan ilmu untuk mendampingi siswa yang mengalami keterlambatan belajar, dari situ ia memahami bahwa setiap anak membutuhkan pendekatan yang berbeda. Okto juga diperkenalkan pada metode pembelajaran literasi dan numerasi yang lebih menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan keseharian anak.

Pengalaman sebagai TDT menguatkan keyakinannya untuk terus berkontribusi di dunia pendidikan Morotai. Ia kemudian bergabung Stimulant Institute sebagai staf.

”…ekspetasi saya, kerja di Stimulant mungkin hanya turun lapangan, ya kerja sambil healing … makanya saya tertarik. Kek enak ya..!, ” ujar Okto.

Okto kemudian harus mempelajari banyak hal baru di balik layar, mulai dari menyusun terms of reference , mengelola administrasi kegiatan, hingga menyusun pertanggungjawaban keuangan.

Awalnya, Okto merasa kewalahan karena semua itu belum pernah dipelajari sebelumnya. Ia sering meminta masukan dari rekan kerja setiap kali menyusun dokumen, agar tahu bagian mana yang perlu diperbaiki. Prosesnya tidak mudah, tetapi proses itulah yang membuat saya terus berkembang dan semakin siap menjalankan tanggung jawab.

Bagi Okto, kemajuan pendidikan di Morotai tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab guru atau lembaga. Semua pihak, terutama masyarakat yang memiliki kesempatan untuk belajar, perlu ikut mengambil peran.

KREASI tidak selamanya hadir di Morotai. Karena itu, Okto berharap akan semakin banyak anak muda Morotai yang bersedia melanjutkan semangat ini dan bersama-sama memperjuangkan pendidikan di daerahnya, sehingga perubahan yang sudah dimulai dapat terus berlanjut.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. KREASI di Pulau Morotai dikelola Save the Children dan diimplementasi oleh Stimulant Institute, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Ayutama Putri Jordy | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children