Skip to content Skip to footer

Pemkab Ketapang dan Halmahera Utara Berbagi Praktik Baik Bersama KREASI di Konferensi Pendidikan Indonesia

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ketapang, Harto, dan Kepala Bappeda Kabupaten Halmahera Utara, Hernefer F. Tjandua, membagikan praktik baik kebijakan pendidikan pada sesi Rembuk Daerah pada Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman pada 1–2 Juli 2026.

Ketapang dan Halmahera Utara adalah dua dari delapan kabupaten dampingan Program KREASI. Kemitraan strategis antara KREASI dan dua pemerintah kabupaten ini telah terbangun sejak awal 2025.

Mengusung tema Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada, sesi Rembuk Daerah menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk saling belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan dalam pembangunan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Ketapang dan Halmahera Utara membagikan pengalaman membangun ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Program KREASI.

Di Kabupaten Ketapang, perubahan dimulai dengan mengajak banyak pihak bergerak bersama. Penguatan kapasitas guru, inovasi Gerakan Rangkul dan Didik Anak Tidak Sekolah (Garda ATS), kolaborasi dengan dunia usaha, hingga pendampingan dari Program KREASI saling melengkapi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di daerah.

Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Sebanyak 66,7% sekolah atau 20 sekolah menunjukkan perbaikan rapor pendidikan, yang turut diikuti peningkatan capaian literasi, numerasi, dan kualitas layanan pendidikan.

“Alhamdulillah, dengan ada Program KREASI, berkaitan dengan literasi kita meningkat, kemudian juga numerasi. Beberapa waktu lalu capaian Standar Pelayanan Minimum kita juga meningkat. Namun demikian, menjadi tantangan kami bagaimana Anak Tidak Sekolah (ATS) ini setiap tahunnya akan terus berkurang,” ujar Harto.

Sementara itu, Hernefer membagikan pengalaman Kabupaten Halmahera Utara dalam menyusun Peta Jalan Percepatan Literasi dan Numerasi 2025–2030 bersama Program KREASI dengan mitra pelaksana Wahana Visi Indonesia. Peta jalan tersebut menjadi panduan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menyelaraskan arah pembangunan pendidikan secara berkelanjutan.

Menurut Hernefer, kolaborasi bersama KREASI membantu pemerintah daerah memiliki arah yang lebih jelas dalam memperkuat pembangunan pendidikan.

“Kolaborasi dengan KREASI memberikan gambaran bagi kami tentang apa yang perlu dilakukan pemerintah daerah dan apa yang menjadi peran tim KREASI. Keduanya kemudian dipadukan melalui kolaborasi. Pemerintah daerah menyiapkan regulasi untuk mendukung Program KREASI yang telah dicanangkan. Dengan adanya peta jalan yang sudah ada, kami tidak lagi meraba-raba, tetapi dapat lebih fokus menyelesaikan permasalahan yang dihadapi,” ujar Hernefer.

Praktik baik yang tumbuh di Ketapang dan Halmahera Utara tidak berhenti sebagai keberhasilan di satu daerah. Pembelajaran dari kedua daerah jadi inspirasi untuk dikembangkan dan direplikasi di daerah lain, menghadirkan kebijakan dan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, dan berpihak kepada anak.

_____
KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) adalah program peningkatan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter di delapan kabupaten di empat provinsi di Indonesia. KREASI dikelola Save the Children, diimplementasi mitra pelaksana lokal, dengan pendanaan Global Partnership for Education (GPE) dan didukung Mitra Pendidikan Indonesia yang dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Nabila Aulia | Foto: KREASI/Save the Children