Skip to content Skip to footer

Dari Nias Selatan untuk Indonesia: KREASI Talk Hadirkan Inspirasi Praktik Baik Pendidikan

Keterbatasan sarana dan akses geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang bermakna. Semangat inilah yang mengemuka dalam forum KREASI Talk, ruang dialog inspiratif yang mempertemukan penggerak pendidikan dari Kabupaten Nias Selatan dengan pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) dari berbagai penjuru Nusantara.

Diselenggarakan di Jakarta, pada 17 Januari 2026, forum ini menjadi puncak refleksi dan kolaborasi Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia). Mengusung misi mendiseminasikan praktik baik dari pelosok Nias Selatan ke panggung nasional, KREASI Talk menegaskan bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari daerah dengan segala keterbatasannya.

Acara dibuka oleh Ketua Umum IGI, Danang Hidayatullah, serta Chief of Party KREASI – Save the Children yang diwakili Regional Manager, Man Magilan. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi dan replikasi praktik baik untuk menjawab tantangan pendidikan di berbagai wilayah.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah pemaparan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai strategi transisi PAUD ke SD oleh Ainun Fitria Ahmad dari sebuah Raudhatul Athfal (RA) di Teluk Dalam. Ia menunjukkan bagaimana alat dan bahan sederhana di sekitar siswa dapat diolah menjadi media belajar yang kreatif dan bermakna tanpa tekanan calistung yang kaku. “Kita tidak menunggu kondisi sempurna untuk bergerak. Dengan memanfaatkan apa yang ada di alam dan lingkungan siswa, pembelajaran menjadi lebih relevan dan melekat,” ungkapnya.

Isu ketertinggalan belajar pascapandemi turut menjadi sorotan melalui paparan Pustriani Gaurifa dari SDN tentang Catch Up Club. Inisiatif ini membantu siswa mengejar ketertinggalan literasi dan numerasi melalui pendekatan yang lebih personal dan menyenangkan, sehingga mendorong peningkatan kepercayaan diri mereka.

Pada sesi berikutnya, Adilina Harefa, Kepala SDN, berbagi praktik kepemimpinan kolaboratif di tengah keterbatasan. Ia menegaskan bahwa kepala sekolah berperan sebagai fasilitator inovasi, bukan sekadar pengelola administrasi. Ketika guru diberi ruang untuk bereksperimen tanpa rasa takut, motivasi meningkat dan suasana belajar menjadi lebih positif.

Lebih dari sekadar ajang berbagi cerita, KREASI Talk menjadi forum strategis untuk keberlanjutan. Praktik baik yang terdokumentasi diharapkan dapat direplikasi atau diadaptasi oleh pengurus IGI di berbagai daerah sesuai konteks masing-masing.

Dihadiri sekitar 250 peserta secara luring, forum ini ditutup dengan optimisme bahwa perubahan pendidikan berawal dari langkah kecil yang konsisten di ruang kelas. Nias Selatan telah membuktikan bahwa dari titik terjauh sekalipun, inspirasi dapat menjangkau seluruh negeri.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Nias Selatan dijalankan oleh Save the Children bersama Ikatan Guru Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa. 
_____
Penulis: Afnidar Dakhi | Editor: Nabila Aulia | Foto: Abisola Arfa/KREASI/Save the Children