Di sebuah ruangan yang hangat dan semangat, sebuah kelas tambahan menjadi ruang tumbuh bagi murid yang semula tertinggal dalam kemampuan literasi. Di balik inisiatif ini adalah Sri Nirwani, fasilitator program KREASI yang menghadirkan metode pembelajaran kreatif dan menyenangkan melalui Catch Up Club di salah satu SD di Ketapang.
Berburu Kalimat dari Kertas Huruf
Siswa dibagi menjadi dua kelompok dan diberi kertas berisi huruf-huruf acak. Tantangannya: merangkai kalimat sebanyak mungkin dari huruf-huruf tersebut. Setiap kalimat yang ditemukan harus segera dituliskan di papan tulis oleh anggota kelompok yang berlari dari meja mereka. Aktivitas ini melatih literasi, kerja sama, dan semangat kompetitif secara bersamaan.
Membentuk Huruf dengan Plastisin
Dengan plastisin warna-warni, anak-anak membentuk huruf-huruf yang menyusun nama mereka sendiri. Aktivitas ini memperkuat pengenalan huruf dan keterikatan emosional terhadap proses belajar, sekaligus melatih motorik halus.
“Pada bulan pertama, ada beberapa anak yang belum mengenal huruf—mereka hanya mengenal beberapa saja. Alhamdulillah, setelah masuk bulan kedua, anak-anak tersebut sudah bisa mengenal semua huruf, Yang dulunya belum lancar membaca, sekarang sudah lancar. Bahkan mereka sudah bisa membuat kalimat sendiri dengan percaya diri dan kelancaran.” Ungkap Sri Nirwani yang telah 2 bulan menjalani fasilitator Catch Up Club
Catch Up Club bukan hanya soal mengenal huruf, tapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan kemampuan literasi yang berkelanjutan.
Literasi yang Tumbuh dari Kreativitas
Catch Up Club bukan sekadar kelas tambahan. Ia menjadi ruang pemulihan, pemantik semangat, dan bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, anak-anak bisa mengejar ketertinggalan. Kreativitas Sri Nirwani menunjukkan bahwa literasi bisa ditumbuhkan dengan metode yang menyentuh hati dan merangsang rasa ingin tahu.
Program KREASI Ketapang terus mendorong inovasi seperti ini, menjadikan setiap ruang kelas sebagai tempat tumbuhnya harapan dan potensi anak-anak Indonesia.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Ketapang dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah didukung Pemerintah Kabupaten Ketapang, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Afriyandi Nur Huda | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Afriyandi Nur Huda/KREASI/Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah/Save the Children