Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun untuk anak di sekolah, KREASI Pesisir Barat yang dijalankan Yayasan Guru Belajar melaksanakan kampanye anak dengan mengusung tema “Sekolah aman, Anak Bahagia” pada Minggu (7/9/2025).
Kampanye ini diselenggarakan bersama delapan sekolah mitra KREASI dan melibatkan langsung anak-anak, guru, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas TPPK), dan Forum Anak Daerah Pesisir Barat.
Tujuan kampanye ini untuk menciptakan ruang aman bagi anak untuk merefleksikan pengalaman, mengekspresikan aspirasi, dan menyuarakan harapan mereka akan satuan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang secara utuh, tanpa kekerasan, diskriminasi, atau praktik yang merugikan yang ada di lingkungan sekolah.

Kampanye ini mengedepankan partisipasi anak yang bermakna. Artinya, selama proses perancangan hingga eksekusi kampanye, anak secara aktif terlibat dalam merumuskan hingga mengeksekusi kampanye.
Anak anak tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga aktor utama dalam menyuarakan hak hak perlindungan yang perlu mereka dapatkan.
Metode yang digunakan dalam kampanye melalui aktivitas kreatif seperti cap tangan untuk deklarasi anti kekerasan, pentas seni, dan kegiatan ekspresi lainnya yang merepresentasikan suara dan komitmen mereka untuk mewujudkan sekolah yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi semua anak.

Harapannya, kampanye ini mampu mendorong aksi yang lebih nyata dan lebih berkelanjutan dalam mengupayakan perlindungan anak secara lebih luas lagi.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI Pesisir Barat dijalankan oleh Save the Children bersama Yayasan Guru Belajar dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Putri Lalitaningtyas; Editor: Andika Ramadhan
Foto: Putri Lalitaningtyas/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children