KREASI Pesisir Barat yang dijalankan oleh Yayasan Guru Belajar, menggelar Lokakarya Project Based Learning (PBL): Strategi Mengajarkan Kesadaran Lingkungan dan Perubahan Iklim pada Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar pada 11 – 12 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kolaborasi bersama Krui Kecahko, sebuah komunitas lokal yang fokus poda isu lingkungan.
Kegiatan ini berangkat dari peran penting pendidikan dalam menumbuhkan kepedulian anak terhadap perubahan iklim lewat pembelajaran berbasis proyek atau PBL.
Melalui PBL, anak-anak di TK/PAUD maupun SD dapat belajar dengan cara yang aktif, kreatif, dan kontekstual. Mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya mengelola sampah, menanam pohon, atau menghemat energi.
Dalam kolaborasi ini, Krui Kecahko sebagai komunitas lokal yang peduli terhadap isu iklim di Pesisir Barat, memberi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan dalam mitigasi & adaptasi perubahan iklim dan menguatkan konteks lokal agar anak-anak belajar dari lingkungan mereka sendiri.

Founder Krui Kecahko, Zane Thomas, mengatakan “Seiring pemanasan global dan perubahan iklim berpengaruh terhadap segala lini kehidupan, pendidikan berperan penting dalam membersamai anak untuk mengajarkan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Lokakarya PBL KREASI ini menjadi metode yang menarik dalam mendidik anak-anak usia sekolah untuk lebih peduli terhadap isu ini.”
Peserta dalam lokakarya ini tidak hanya mendapat teori, tetapi juga berlatih secara langsung. Mulai dari membuat lembar kerja untuk siswa, menyusun lesson plan yang kontekstual, hingga menyusun rencana tindak lanjut agar PBL bertema lingkungan bisa benar-benar diterapkan di sekolah nantinya.
Salah satu sekolah yang menjadi peserta lokakarya, SD 57 Krui dalam rencana tindak lanjutnya membuat modul PBL dengan tema menjaga bumi melalui kegiatan memilah sampah dan menanam tanaman toga. Anak anak didorong untuk memahami pentingnya menjaga bumi lewat berbagai cara, hingga nantinya mereka dapat mengidentifikasi masalah lingkungan yang ada di sekitar sekolah dan melakukan tindakan yang nyata.
Harapannya, lokakarya ini dapat mendorong transformasi pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual dengan berpusat pada peserta didik, dan peduli terhadap isu perubahan iklim. Dengan adanya pembelajaran berbasis proyek seperti ini, anak tidak hanya diajarkan apa yang harus dilakukan, tetapi juga bagaimana melakukannya, serta mengapa itu penting untuk masa depan mereka.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI Pesisir Barat dijalankan oleh Save the Children bersama Yayasan Guru Belajar dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Putri Lalitaningtyas; Editor: Andika Ramadhan
Foto: Putri Lalitaningtyas/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children