Skip to content Skip to footer

Tiga Desa di Nias Selatan Siap Bentuk Kelompok PATBM 

KREASI Nias Selatan menyelenggarakan Lokakarya Aktivasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 16 dan 17 September 2025, dengan tujuan mempersiapkan pembentukan kelompok PATBM di tingkat desa. 

Lokakarya ini diikuti oleh 18 peserta yang merupakan perwakilan dari tiga desa. Masing-masing desa yakni Desa Hilisataro Nandisa, Desa Hilionaha, dan Desa Bawomaenamolo yang mengirimkan 6 orang untuk mengikuti pembekalan ini. 

Kegiatan lokakarya diisi oleh pemateri dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A); Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA); dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nias Selatan.  

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar PATBM, tata cara pembentukan struktur dan penyusunan rancangan kerja, identifikasi jenis dan bentuk kekerasan pada anak, mekanisme perlindungan, strategi pencegahan, serta pembahasan mengenai sumber pendanaan termasuk advokasi APBD desa untuk PATBM. 

Selama sesi diskusi, para peserta aktif berbagi pengalaman dan memberikan pandangan terkait kasus perlindungan anak yang pernah terjadi di desa mereka. Mereka juga membahas tindak lanjut atas beberapa kasus yang masih belum terselesaikan.  

Lokakarya ini dirancang untuk membekali perwakilan desa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak menyusun draf struktur kepengurusan dan rencana kerja awal yang disesuaikan dengan kondisi di desa masing-masing. Pembekalan teknis ini penting agar unit PATBM yang terbentuk dapat beroperasi secara efektif. 

Salah satu peserta menyampaikan harapannya mengenai pembentukan PATBM. 

“Harapan kami di setiap desa yang seluas Indonesia ada mitra KREASI dan semoga PATBM segera terbentuk di semua desa di Kabupaten Nias Selatan,” kata salah satu peserta lokakarya. 

Dengan bekal yang diperoleh, para perwakilan desa diharapkan segera menindaklanjuti hasil lokakarya dengan membentuk tim inti, melakukan sosialisasi kepada seluruh warga desa, dan menyusun program kerja yang sistematis. Ke depan, ketiga desa ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Nias Selatan dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan anak.
_____

Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Ikatan Guru Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____

Penulis: Afnidar Dakhi, Editor: Andika Ramadhan
Foto: Afnidar Dakhi/KREASI/Ikatan Guru Indonesia/Save the Children