KREASI Halmahera Utara menggelar Pelatihan Kemampuan Digital untuk Pengurus Komunitas Belajar (Kombel) dan sekolah dampingan pada 14 Agustus lalu di Tobelo. Kegiatan ini diikuti guru, tenaga kependidikan, operator sekolah, koordinator pengawas, dan koordinator wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Kementerian Agama Halmahera Utara.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan fasilitator Duta Teknologi Provinsi Maluku Utara, Erfan Widyas Saputra dan Surahman R, serta dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Halmahera Utara, Anthone J. Tutupary.
Program Manager KREASI Halmahera Utara, Rany Monika Purba, menegaskan bahwa pelatihan ini digelar secara hybrid sebagai dukungan terhadap upaya Disdikbud Halmahera Utara meningkatkan aktivitas komunitas belajar online di Rumah Pendidikan.
“Kami ingin rekan-rekan guru, pendamping, dan mitra tidak hanya aktif belajar di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Digitalisasi adalah peluang besar, tapi sering kali terhambat oleh rasa takut dan sikap eksklusif. Melalui pelatihan ini, kami berharap semua peserta mau berbagi ilmu, mendampingi sekolah, dan memanfaatkan fasilitas digital seperti Google Workspace untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” ujar Rany.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemajuan ekosistem pendidikan Halmahera Utara.
“Semoga pelatihan ini menyenangkan, bukan menegangkan. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkolaborasi mempercepat literasi digital di Halmahera Utara,” tambahnya.
Anthone J. Tutupary, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi KREASI Halmahera Utara yang dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia dan Save The Children.
“Program seperti ini memberi motivasi bagi kami. Digitalisasi pendidikan memang menjadi tantangan besar, bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kemampuan memanfaatkannya. Kami berharap pelatihan ini bisa menjawab tantangan tersebut,” tuturnya.
Bagi peserta, pelatihan ini memberikan pengalaman berkelanjutan. Salah satu Kepala SMP di Halmahera Utara, Serli, mengaku baru memahami potensi besar fitur-fitur Rumah Pendidikan.
“Selama ini saya hanya gunakan ruang GTK dan CP/ATP. Ternyata ada delapan fitur yang bisa menunjang pembelajaran. Ke depan, saya ingin anak-anak langsung bisa mengakses ruang siswa dan fitur lain yang bermanfaat,” ungkapnya.
Serli juga berharap KREASI tetap hadir mendampingi sekolah-sekolah di luar 29 sekolah dampingan yang sudah ada.
“Pendampingan intens seperti ini jarang dilakukan. Kami butuh KREASI tetap eksis di Halmahera Utara,” tambahnya.
Penulis: Samsudin AS Kaylo; Editor: Andika Ramadhan
Foto: Samsudin AS Kaylo/KREASI/Wahana Visi Indonesia/Save the Children