Skip to content Skip to footer

KREASI Halmahera Utara Dorong Literasi Lewat Buku Non-Teks Bernuansa Lokal 

KREASI Halmahera Utara menggelar Pelatihan Pembuatan Buku Bacaan Non-teks dengan Konteks Halmahera Utara di Tobelo pada Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pusat Perbukuan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Berthin Sappang dan Ary Nilandari, serta dihadiri Kepala Seksi Kurikulum sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara, Novi Kodal. 

Program Manager KREASI Halmahera Utara, Rany Monika Purba, menegaskan komitmen pihaknya untuk menghadirkan bahan bacaan yang dekat dengan keseharian anak, namun tetap sarat nilai dan berkualitas. 

“Kami berharap ide-ide yang dimiliki para peserta mampu menggelitik rasa ingin tahu, imajinasi, dan minat baca anak-anak. Kami akan memfasilitasi ilustrator untuk membantu merealisasikan ide tersebut menjadi bahan bacaan khas Halmahera Utara. Ini adalah langkah awal yang berkelanjutan untuk memperkuat literasi anak sejak dini,” ujarnya. 

Novi Kodal menyebut kegiatan ini sebagai kesempatan berharga bagi para guru untuk mengasah keterampilan menulis buku nonteks berbasis kearifan lokal. 

“Kita punya banyak cerita dan legenda lokal yang bisa digali, seperti kisah Talaga Lina. Karya-karya ini dapat menjadi sumber bacaan menarik bagi siswa. Kami berterima kasih kepada Program KREASI Halut dan para narasumber atas terselenggaranya pelatihan ini,” ucapnya. 

Antusiasme juga datang dari para peserta, salah satunya guru salah satu SD di Tobelo bernama Yunika. 

“Pelatihan ini sangat membantu guru, terutama dalam membuat bacaan non-teks yang menarik untuk anak-anak. Kami berharap Program KREASI terus berkembang dan hadir memberikan pelatihan kreatif seperti ini,” tuturnya. 

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dengan target terciptanya buku bacaan non-teks bernuansa kearifan lokal Halmahera Utara, yang diharapkan mampu memperkaya bahan ajar sekaligus menumbuhkan kecintaan membaca pada generasi muda. 


Penulis: Samsudin AS Kuylo, Editor: Andika Ramadhan 
Foto: Samsudin AS Kuylo/KREASI/Wahana Visi Indonesia/Save the Children