Dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan yang inklusif dan relevan, KREASI Morotai yang dijalankan oleh Stimulant Institute menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pasifik Morotai (Unipas). Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang mendapat dukungan penuh dari kalangan akademisi pada Rabu (13/082025). Rektor Unipas, Irfan Hi. Abd Rahman, menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi masyarakat sipil dalam menjawab kebutuhan anak di era yang terus berubah.
Kolaborasi ini berfokus pada penguatan kapasitas lembaga pendidikan di Morotai, terutama dalam aspek perlindungan anak, pengembangan kurikulum kontekstual, serta integrasi nilai keberlanjutan dan inklusi sosial ke dalam sistem pembelajaran.
“Kemitraan ini bukan hanya formalitas. Ini adalah gerakan kolektif untuk menciptakan pendidikan yang berpihak pada anak dan kontekstual terhadap tantangan lokal,” tegas Program Manager KREASI Morotai, Margaretha R. Y. Djelalu.
Dalam diskusi akademik yang mengiringi penandatanganan kerja sama, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unipas, Iswandi Wahab, menekankan pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada anak-anak.
“Morotai membutuhkan generasi yang peduli lingkungan. Program KREASI dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran itu sejak bangku sekolah,” ujar Iswan.
Masukan ini disambut baik oleh KREASI, yang menegaskan bahwa isu perubahan iklim dan konservasi lingkungan memang menjadi fokus utama dalam pendekatan pendidikan yang mereka dorong.
Sebagai langkah awal, kerja sama akan dimulai dengan bedah kurikulum secara kolaboratif. Tujuannya adalah mengidentifikasi kesenjangan antara materi pembelajaran yang ada dengan kebutuhan nyata di lapangan. Proses ini akan merujuk pada Kurikulum Nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan pembelajaran berdiferensiasi, untuk memastikan bahwa materi ajar tidak hanya padat secara akademik, tetapi juga kontekstual dan aplikatif.
Akademisi Unipas akan berperan aktif dalam pengembangan materi ajar responsif, pelatihan dosen dan guru, serta integrasi isu-isu seperti perlindungan anak, inklusi sosial, dan nilai keberlanjutan ke dalam proses belajar-mengajar. Selain itu, KREASI Morotai juga akan menyediakan pendampingan teknis dan menyelenggarakan lokakarya, guna membekali pendidik dengan pendekatan pedagogis yang berbasis pada hak anak dan konteks lokal.
Sebagai bagian dari implementasi jangka panjang, mahasiswa Unipas juga akan dilibatkan dalam kegiatan praktik belajar-mengajar langsung di wilayah intervensi program KREASI. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterhubungan antara teori dan praktik, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka sendiri.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unipas yang saat ini tengah mengembangkan kurikulum baru, menyatakan komitmennya untuk melibatkan KREASI Morotai sebagai mitra strategis dalam proses tersebut. Kurikulum yang dihasilkan diharapkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu-isu sosial dan lingkungan yang dihadapi anak-anak di Morotai.
Kolaborasi antara KREASI Morotai dan Universitas Pasifik Morotai menjadi langkah strategis dalam membangun pendidikan yang tidak hanya mengedepankan pengetahuan, tetapi juga kesadaran sosial dan tanggung jawab ekologis. Lebih dari sekadar dokumen kerja sama, inisiatif ini adalah cerminan komitmen kolektif untuk melahirkan sistem pendidikan yang berpihak pada masa depan anak dan keberlanjutan daerah.
Penulis: Ayutama Putri Jordy; Editor: Andika Ramadhan
Foto: Ayutama Putri Jordy/KREASI/Stimulant Institute/Save the Children