Skip to content Skip to footer

KREASI Nias Utara Gelar Festival Pendidikan Berbasis Budaya

Program KREASI Nias Utara yang dilaksanakan Article 33 Indonesia, menyelenggarakan Festival Pendidikan “Pendidikan Inklusi Berbasis Budaya Lokal di Nias Utara” di Tribun Kabupaten Nias Utara pada 5–6 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara siswa, guru, sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang inklusif serta berkelanjutan di Kabupaten Nias Utara.

Festival ini menjadi wadah untuk menampilkan berbagai praktik baik pendidikan yang telah dilaksanakan melalui Program KREASI, sekaligus mendorong pengembangan potensi siswa dalam bidang literasi dan numerasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri anak, serta memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Berbagai kegiatan digelar dalam festival ini, antara lain pameran dokumentasi foto program, pameran alat peraga edukatif (APE), serta atraksi budaya Nias seperti maena dan tarian tradisional yang ditampilkan oleh anak-anak dari sekolah dampingan Program KREASI. Festival ini juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada guru dan sekolah yang menunjukkan inovasi dalam praktik pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini turut diisi dengan seminar pendidikan serta dialog bersama guru-guru dampingan KREASI yang berbagi pengalaman selama mengikuti dan menerapkan program tersebut di sekolah masing-masing.

Pada hari pertama, festival diisi dengan berbagai pameran yang menampilkan perjalanan serta dampak Program KREASI di Kabupaten Nias Utara. Pengunjung dapat melihat dokumentasi kegiatan program serta pameran APE sederhana berbasis budaya yang ditampilkan oleh para siswa di setiap stan dari 28 sekolah dampingan yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Beberapa dinas daerah juga turut memeriahkan festival dengan berpartisipasi membuka stan pameran, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas P3AP2KB, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Kesehatan, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara.

Kegiatan pembukaan festival turut dihadiri oleh Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega, Ketua DPRD Nias Utara Ya’aman Telaumbanua, jajaran pemerintah daerah.

Direktur Article 33 Indonesia, Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini juga menjadi momentum refleksi satu tahun pelaksanaan Program KREASI di Kabupaten Nias Utara. Selama satu tahun berjalan, program tersebut telah bekerja sama dengan 28 sekolah di tiga kecamatan, yaitu Afulu, Lahewa, dan Lotu, dengan melibatkan 28 kepala sekolah, 240 guru, 695 siswa, 271 orang tua, serta dua desa dalam berbagai kegiatan program KREASI.

Pendampingan yang dilakukan dalam program ini berfokus pada empat area utama, yaitu kurikulum dan asesmen, praktik pembelajaran, kepemimpinan sekolah, serta perlindungan anak. Melalui kegiatan tersebut, sejumlah capaian positif telah dihasilkan, di antaranya peningkatan kemampuan literasi siswa melalui pembelajaran tambahan bagi anak yang mengalami ketertinggalan belajar, serta lahirnya berbagai praktik baik yang dilakukan oleh guru di sekolah.

Memasuki hari kedua, kegiatan festival dilanjutkan dengan seminar pendidikan yang menghadirkan Ketua Umum LPAI sekaligus pakar pendidikan dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, yang akrab disapa Kak Seto. Kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif bersama guru-guru dampingan KREASI Nias Utara bertajuk “KREASI Nias Utara Bercerita” dengan subtema “Mengasah Literasi dan Numerasi melalui Pendidikan yang Inklusif.”

Dalam sesi tersebut, Kak Seto berbagi pandangan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak dan inklusif guna mendukung perkembangan literasi dan numerasi sejak usia dini.

Dalam arahannya, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyampaikan bahwa festival pendidikan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh pihak tentang tanggung jawab bersama dalam membangun dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya menjadi wacana atau seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua DPRD Nias Utara Ya’aman Telaumbanua menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program KREASI yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di daerah tersebut. Ia berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak sekolah dan kecamatan di Nias Utara yang merasakan manfaatnya.

Melalui festival ini, berbagai pihak diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, serta berakar pada nilai-nilai budaya lokal di Kabupaten Nias Utara.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI dijalankan oleh Save the Children bersama Article 33 Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Nias Utara dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa. 
_____
Penulis: Calvin Telaumbanua | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Calvin TelaumbanuaKREASI/Article 33 Indonesia/Save the Children