Skip to content Skip to footer

Master Teacher di Pesisir Barat Rancang 7 Buku Cerita Tentang Lingkungan dan Literasi Numerasi

Kebutuhan dalam memperkuat kualitas pembelajaran literasi dan numerasi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) menjadi urgensi bersama di Pesisir Barat. Hal ini dilihat oleh Master Teacher, kelompok guru dalam memperkuat literasi numerasi bersama dengan KREASI.

Urgensi ini semakin menguat setelah dilaksanakan lokakarya yang bertajuk Cerdas Literasi Numerasi yang Ramah Anak dan Lingkungan yang diadakan oleh KREASI Pesisir Barat. Muncul bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi keterampilan belajar yang esensial bagi anak untuk dapat berkembang secara optimal dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Sebagai tindak lanjut lokakarya, Master Teacher KREASI Pesisir Barat mengembangkan buku cerita yang akan penguatan kualitas pembelajaran dasar yang relevan dengan kebutuhan anak, masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.

Selanjutnya, Master Teacher mendapatkan pendampingan teknis dalam pembuatan produk sumber belajar bersama tim KREASI. Hal ini dilakukan mulai dari Design Learning Resources yang meliputi penulisan naskah cerita, pembuatan ilustrasi, penyusunan layout desain, hingga penyuntingan bahasa daerah dan penguatan konten agar sesuai dengan konteks lokal.

Salah satu Master Teacher yang menjadi tim penulis buku, Vitadi, mengungkapkan, “Penting untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak melalui cerita yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu membutuhkan pendekatan belajar konsep numerasi secara alami dan menyenangkan.”

Hasil rangkaian proses tersebut adalah buku cerita dengan tujuh judul di dalamnya. Setiap ceritanya dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami teks, dan berhitung sederhana, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter, kepedulian sosial, serta kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Salah satunya berjudul Ciko, Cimi, dan Labu yang menceritakan bagaimana pencemaran laut akibat sampah manusia berdampak langsung pada kehidupan makhluk laut, seperti Ciko dan Cimi yang terluka dan kehilangan tempat tinggalnya. Cerita ini disusun secara kontekstual dan ramah anak, sehingga pesan kepedulian lingkungan dapat diterima secara empatik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak.

Vitadi menyebut, “Buku cerita yang dibuat bersama KREASI sangat penting dalam membantu literasi numerasi yang kontekstual untuk anak-anak di pesisir barat karena menggunakan konteks lokal yang familiar bagi anak-anak, sehingga mereka lebih mudah memahami konsep numerasi, sehingga anak dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah melalui cerita yang disajikan.

Menariknya, untuk menguatkan kolaborasi, ilustrasi dalam buku cerita ini dibuat oleh salah satu Master Teacher, Melodi, yang piawai dalam menggambar pula.

Melodi, menyebutkan, “Ilustrasi adalah jendela pertama tempat anak-anak melihat dunia sebelum mereka mampu membaca kata-katanya.”

Ke depan, untuk memastikan kualitas konten dan visual, buku cerita ini ditinjau oleh tim Yayasan Guru Belajar dan Save the Children agar memastikan kesesuaian pedagogis, nilai inklusivitas, dan keberlanjutan.

Harapannya, proses kolaborasi panjang antara KREASI Pesisir Barat dengan Master Teacher ini dapat memberi dampak jangka panjang berupa peningkatan kualitas sumber daya pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta terciptanya budaya belajar yang lebih kontekstual, inklusif, dan peduli lingkungan.

“Semoga ke depan semakin banyak bahan bacaan yang lebih beragam dan kontekstual, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih mudah dan menyenangkan yang merata di seluruh daerah,” jelas Vitadi.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI Pesisir Barat dijalankan oleh Save the Children bersama Yayasan Guru Belajar dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Putri Lalitaningtyas | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Putri Lalitaningtyas/KREASI/Yayasan Guru Belajar/Save the Children