KREASI Tanggamus menyelenggarakan In-House Training praktik mendongeng, membaca nyaring, dan pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi para guru di Kecamatan Pugung dan Bulok, Kabupaten Tanggamus, pada pekan ketiga November 2025. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat keterampilan literasi awal dan mendukung Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, dengan menjadikan kelas sebagai ruang belajar yang hangat, hidup, dan dekat dengan dunia anak.
Pelatihan ini menghadirkan mater trainer literasi, Listian, dan diikuti oleh guru-guru PAUD, TK/RA, dan kelas awal SD/MI dari sekolah dampingan Program KREASI. Dalam suasana yang akrab dan interaktif, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai simulasi dan praktik. Fokus utama kegiatan adalah bagaimana guru dapat menggunakan mendongeng dan membaca nyaring sebagai jembatan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku sekaligus mengembangkan kemampuan bahasa, imajinasi, dan kepercayaan diri.
Dalam sesi praktik mendongeng, fasilitator mengajak guru berlatih teknik suara, intonasi, penggunaan ekspresi wajah, serta bahasa tubuh agar cerita terasa hidup dan mudah diikuti anak. Guru juga diajak memahami cara memilih cerita yang relevan dengan nilai-nilai positif dan konteks kehidupan sehari-hari murid. Sementara itu, pada sesi membaca nyaring, peserta belajar menyusun alur interaksi dengan anak—kapan harus berhenti untuk bertanya, memberi kesempatan anak menebak jalan cerita, atau menghubungkan isi buku dengan pengalaman mereka sendiri.
Selain aspek keterampilan berkisah, pelatihan juga menguatkan kreativitas guru melalui pengembangan APE. Dengan memanfaatkan bahan sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar, para guru berlatih membuat alat permainan edukatif yang mendukung kegiatan mendongeng dan literasi, seperti kartu kata, boneka jari, papan cerita, hingga media visual sederhana. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran aktif dan inklusif, meski dengan sumber daya terbatas.
Melalui rangkaian kegiatan ini, KREASI Tanggamus menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas guru sebagai pendamping utama dalam masa transisi anak dari PAUD ke SD. Dengan guru yang terampil mendongeng dan membaca nyaring, serta kreatif mengembangkan APE, anak-anak diharapkan dapat belajar dengan gembira, merasa aman, dan lebih siap memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena ketika guru berkisah dengan sepenuh hati, anak bukan hanya mendengar cerita, tetapi juga tumbuh bersama makna di baliknya.
_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Tanggamus dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Lembaga Pendidikan Maarif NU didukung Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Artikel ini disadur dari unggahan Instagram Lembaga Pendidikan Maarif NU Tanggamus