Skip to content Skip to footer

KREASI Nias Selatan Perkuat Keterampilan Kepemimpinan dan Manajerial Kepala Sekolah Berbasis Data

Kegiatan Peningkatan Keterampilan Kepemimpinan dan Manajerial bagi Kepala Satuan Pendidikan PAUD/TK/RA/ dan SD/MIN yang berlangsung selama dua hari 18 dan 19 November 2025 di Lagundri, Nias Selatan.

Sebanyak 25 kepala sekolah mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat peran mereka sebagai pemimpin pendidikan yang berorientasi pada data dan peningkatan mutu sekolah secara menyeluruh. Program ini menjadi langkah strategis dalam menyikapi capaian Rapor Pendidikan Nias Selatan yang masih berada pada posisi rendah serta tuntutan transparansi dalam perencanaan sekolah.

Dalam sesi pembukaan, Tim KREASI yang diwakili Mulyadin Harahap mengajak seluruh peserta menjalani kegiatan dengan sepenuh hati demi menghasilkan perubahan yang nyata bagi sekolah masing-masing. Sementara District Representative KREASI Nias Selatan, Reinhard Simanjuntak menegaskan pentingnya menjadikan program KREASI sebagai instrumen utama percepatan mutu. Sementara itu, Kornelius Duha dari Dinas Pendidikan menyoroti kebutuhan mendesak agar kepala sekolah mandiri dalam menyusun RKAS berbasis data dan tidak mengalihkannya kepada pihak lain. Ia menekankan, “Rapor Pendidikan kita berada di urutan terakhir. Ini menuntut pergerakan kinerja yang signifikan dan terukur.”

Pada hari pertama, narasumber Arifin Ambarita dari BPMP Sumatera Utara membuka sesi dengan pemahaman mendalam tentang struktur dan indikator Rapor Pendidikan. Ia mengajak peserta membaca data sekolah secara jujur untuk memahami hubungan sebab-akibat yang memengaruhi mutu pembelajaran. Peserta kemudian dilatih menerapkan pendekatan IRB (Identifikasi, Refleksi, Benahi) serta mengerjakan Lembar Kerja 1–3, mulai dari identifikasi capaian SNP hingga penyusunan Rencana Peningkatan Mutu. Proses ini memastikan kepala sekolah memahami lima siklus Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) yang wajib diterapkan secara berkelanjutan.

Hari kedua difokuskan pada penyusunan RKAS dan penginputan ARKAS berbasis temuan data, dipandu oleh Freddy Silalahi dari BPMP Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa Dana BOSP harus dipandang sebagai investasi untuk peningkatan mutu, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan rutin. Freddy mengingatkan, “Penggunaan dana bukan apa yang saya mau, tetapi apa yang dibutuhkan. Setiap pengeluaran harus didukung dokumen lengkap agar tidak menimbulkan persoalan audit.” Peserta melanjutkan sesi dengan praktik penyusunan Rencana Tindak Lanjut (LK 5) sesuai program prioritas masing-masing sekolah.

Sesi penutup diwarnai dengan kesan dan pesan dari peserta, di antaranya Anayao Duh menyampaikan bahwa seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh siap diwujudkan dalam aksi nyata di sekolah. Nimani Loi juga memberi apresiasi atas pendampingan berkelanjutan yang membuat peserta lebih percaya diri dalam menyusun perencanaan berbasis data. Ia berharap upaya peningkatan kapasitas ini tetap berlanjut dan semakin memperkuat mutu pendidikan di desa-desa.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Nias Selatan dijalankan oleh Save the Children bersama Ikatan Guru Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. KREASI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa. 
_____
Penulis: Afnidar Dakhi | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Afnidar Dakhi/KREASI/Ikatan Guru Indonesia/Save the Children