Skip to content Skip to footer

KREASI Ketapang Gelar Evaluasi Kinerja Guru dan Sekolah bersama BGTK Kalbar

KREASI Ketapang mengadakan pelatihan bertajuk “Evaluasi Kinerja Sekolah dan Guru dengan Fokus pada Praktik Pengajaran, Kurikulum, dan Penilaian Berbasis Kelas” pada 10–11 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta dari berbagai kecamatan, terdiri atas guru dan pengawas sekolah se-Kabupaten Ketapang. Pelatihan ini menjadi momentum penting karena dihadiri langsung oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Barat yang baru, Eka Khristiyanto Purnama.

Dalam sambutannya, Eka menegaskan bahwa evaluasi harus menjadi budaya koreksi yang mendorong peningkatan mutu pendidikan.

“Jangan khawatir terhadap rapor merah. Justru hal itu yang menjadi fokus kita dalam bekerja. Evaluasi bukan sekadar penilaian, tetapi langkah korektif untuk memperbaiki kualitas guru dan kepala sekolah,” ujar Eka Khristiyanto Purnama.

Eka juga menekankan pentingnya filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai landasan kepemimpinan pendidikan: Ing Ngarso Sung Tulada, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Ia mengajak para pengawas dan guru untuk menjadi teladan, membangun semangat, serta memberikan dorongan bagi pengembangan profesionalisme pendidik.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendalami beragam materi seperti kebijakan pengelolaan kinerja guru, instrumen evaluasi, penilaian berbasis kelas, hingga simulasi coaching supervisi akademik. Narasumber dari BGTK Kalimantan Barat, Lies Indrawati, menegaskan pentingnya refleksi dan tindak lanjut agar teori yang diperoleh dapat benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran.

“Guru dan kepala sekolah adalah aktor utama pengelolaan kinerja. Melalui refleksi dan tindak lanjut, mutu pembelajaran dapat ditingkatkan,” jelas Lies Indrawati.

Menariknya, pelatihan ini juga mengintegrasikan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Peserta dibagi dalam kelompok untuk menganalisis mata pelajaran serta merancang praktik penilaian autentik yang berakar pada kehidupan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut, pelatihan ini merekomendasikan agar keterlibatan pengawas dari berbagai daerah diperluas guna memastikan pemerataan pengetahuan dan peningkatan kompetensi secara menyeluruh di wilayah Kalimantan Barat.

_____
Program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia didanai oleh Global Partnership for Education, dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama. KREASI di Ketapang dijalankan oleh Save the Children dan mitra pelaksana lokal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah didukung Pemerintah Kabupaten Ketapang, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa.
_____
Penulis: Afriyandi Nur Huda | Editor: Andika Ramadhan | Foto: Afriyandi Nur Huda/KREASI/Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah/Save the Children